Diet Karnivora Picu Kolesterol Jahat & Kekurangan Serat
Ahli gizi memperingatkan diet karnivora yang hanya mengonsumsi daging dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menyebabkan kekurangan serat,
ren diet karnivora yang hanya mengandalkan konsumsi produk hewani seperti daging, telur, dan produk susu tanpa buah atau sayur belakangan banyak dibicarakan di media sosial. Meski beberapa orang mengklaim diet ini membantu menurunkan berat badan, pakar kesehatan menilai ada risiko yang perlu diwaspadai.
Menurut ahli gizi dr. Tan Shot Yen, diet yang sepenuhnya berbasis hewani melanggar fitrah manusia sebagai omnivora dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. âPertama kita harus tahu bahwa manusia itu bukan makhluk karnivora âĤ secara fitrah saja manusia nggak bisa digolongkan sebagai makhluk karnivor,â katanya, mengingatkan bahwa kebutuhan tubuh akan nutrisi yang beragam tidak bisa dipenuhi hanya dari produk hewani.
Pendapat ini sejalan dengan temuan studi ilmiah yang menunjukkan bahwa diet karnivora tidak menyediakan cukup serat â nutrisi penting untuk kesehatan pencernaan dan keseimbangan bakteri usus. Kekurangan serat bisa menyebabkan sembelit dan masalah saluran cerna lainnya, serta mengurangi kemampuan tubuh menurunkan kadar kolesterol melalui proses alami di usus.
Selain itu, karena diet ini tinggi lemak jenuh dan kolesterol dari daging merah serta produk hewani, ahli kesehatan khawatir pola makan ini dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol âjahatâ dalam darah. Kadar LDL yang tinggi telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk serangan jantung atau stroke.
Para ahli juga mencatat bahwa meski beberapa orang merasa berat badan turun, diet yang ekstrem dan tidak seimbang bisa menyebabkan kekurangan mikronutrien lain seperti vitamin C, magnesium, dan faktor antioksidan yang biasanya diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Kekurangan nutrisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan jika diet dipertahankan dalam jangka panjang.
Di tengah tren diet yang terus berkembang, pakar kesehatan menggarisbawahi pentingnya keseimbangan gizi dan variasi makanan dalam pola makan sehari-hari. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi disarankan sebelum menerapkan perubahan diet ekstrem seperti karnivora, agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi dan risiko kesehatan dapat diminimalkan.



